Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Jaksa Dalami Keterlibatan Kadistanak Parimo
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

ilustrasi Rutilahu
Kasus Pembangunan Rutilahu Lansia
Parimo- Pengusutan terhadap kasus pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) bagi Lanjut Usia (Lansia) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus ditingkatkan. Kali ini, jaksa mendalami keterlibatan bekas Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Hacino, yang kini telah menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Parimo.
“Kami terus mendalami kasus ini, termasuk akan menggali sejauh mana keterlibatan mantan Kadinsos (Hacino). Dalam kasus itu kami (jaksa) sudah menetapkan satu tersangka inisial HM—salah seorang pejabat di Dinsos Parimo,” ungkap Kacabjari Tinombo, Andi Rio Dg Rahmatu di ruang kerja Kajari Parigi belum lama ini.
Menurut Rio, kasus Rutilahu dengan tersangka HM sudah lama dibidik, setelah melalui pemeriksaan diketahui ada sejumlah kejanggalan dalam proses pembangunannya.
“Rutilahu tidak fiktif, tapi terjadi pengurangan volume pada sejumlah bangunan yang ada,” ujarnya.
Terkait dugaan penyimpangan pada pelaksanaan program hunian Lansia di Kecamatan Tinombo, Tinombo Selatan dan Sidoan senilai Rp230 juta yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial. Ia menjelaskan, Rutilahu Lansia yang dibidik jaksa tersebut diperuntukan bagi 23 unit rumah di tiga kecamatan tersebut.
Masing-masing kecamatan kata Rio, mendapat jatah sebanyak 15 unit dengan total anggaran Rp150 juta per wilayah dengan asumsi Rp10 juta per unit.
“Sebanyak 15 unit rumah yang menerima bantuan tersebut mendapatkan anggaran senilai Rp10 Juta,” jelas Rio.
Terkait itu, bekas Kadinsos Hacino yang dikonfirmasi membenarkan keterlibatannya dalam persoalan tersebut. Namun katanya ia hanya terlibat sebatas Kadis.
“Keterlibatan saya sebatas sebagai Kadis. Mengenai teknisnya itu sepenuhnya ditangani oleh bidangnya dan Tenaga Kerja Sosial Kesejahteraan (TKSK) di Kecamatan,” kilahnya.
Menyangkut dugaan penyimpangan pada Rutilahu Lansia di Tinombo, menurut Hacino, itu sudah jadi pembicaraan umum, dan bukan rahasia lagi.
“Itu sudah jadi rahasia umum. Sebenarnya sudah berulang kali saya ingatkan kepada tenaga teknis di Dinsos untuk berhati-hati dalam pelaksanaannya. Karena tidak mungkin urusan teknis saya campuri,” ujar Hacino.
Ia mengaku memberikan kuasa penuh kepada HM untuk mengontrol karena bertepatan saat akan pencairan salah seorang anaknya masuk rumah sakit (RS).
Seperti diketahui, selain Rutilahu Lansia di Kecamatan Tinombo, bantuan Rutilahu pada beberapa Kelurahan di Kecamatan Parigi juga sempat tersandung masalah, dalam hal ini dugaan pungutan liar (pungli).
Terkait kasus pungli Rutilahu pihak kelurahan yang diklarifikasi mengaku langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan dari pihak Dinsos.
Menanggapi dugaan pungli tersebut, Hacino mengaku tidak sepeserpun masuk ke kantongnya, bahkan pencairan dana pun tidak menggunakan tanda tangannya.
Hingga saat ini Hacino menyatakan belum dipanggil oleh pihak kejaksaan, tapi dirinya siap untuk dimintai keterangan oleh aparat terkait Rutilahu yang saat ini menjadi bidikan Kejari Parigi. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama