Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Diduga Dengar Bisikan, Bupati Parimo Nonjobkan Pejabat
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Samsurizal Tombolotutu
Parimo- Bupati Parimo Samsurizal Tombolotutu, Rabu 22 Juni kemarin menonjobkan satu pejabat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Diduga, penonjoban itu dilakukan Samsurizal atas bisikan orang-orang dekatnya.
Dugaan tersebut muncul ketika Samsurizal menyatakan alasan dan pertimbangannya terkait tindakan menonjobkan Alwi Musa—sebelumnya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Informasi Kependudukan (Infoduk) Dinas Dukcapil Parimo. Saat ini Alwi Musa ditunjuk menduduki Jabatan Fungsional Umum (JFU) alias nonjob.
Menurut Samsurizal, belum selesai dilantik untuk kembali ke Dukcapil, dan tanpa lapor-lapor Alwi terkesan melayangkan protes, dengan cara kembali ke Dukcapil semaunya.
“Belum selesai dilantik, dan tanpa lapor-lapor Alwi langsung semacam memprotes, terus kembali ke Dukcapil. Sepertinya dia tidak mau menjabat Kabid Diklat di BKD Parimo,” ucap Samsurizal usai pelantikan puluhan pejabat administrator, fungsional dan pengawas bertempat di auditorium Setda Parimo.
Samsurizal juga menyebutkan, karena tindakannya Alwi akan dicarikan jabatan lain, karena di Diklat bupati merasa Alwi tidak mau menerima. “Karena tindakaannya itu saya akan carikan dia jabatan lain, karena di Diklat di nggak mau. Bahkan sudah buat-buat perpisahan saya dengar,” ucapnya.
Disinggung bahwa Alwi Musa telah mendapat SK pengangkatan kembali menjabat Kabid Infoduk sebelum menggelar perpisahan di Diklat, Samsurizal mengungkapkan bahwa Alwi telah lebih dulu menggelar pesta perpisahan baru menerima SK.
Kesan yang membuat murka orang nomor satu di Parimo itu terhadap Alwi, lantaran beredar kabar bahwa Alwi telah menyebut bupati Parimo kalah bahkan knockout (KO).
“Malah dia bilang bupati itu sudah kalah, sudah KO, udah lempar handuk. Atas pertimbangan itu diambil kebijakan untuk menunjuk Alwi menduduki JFU saat ini,” ucap Samsurizal.
Dalam waktu dekat, kata Samsurizal ia akan mencarikan jabatan yang sesuai keinginan Alwi. “Dalam waktu dekat ini kita akan carikan jabatan yang sesuai keinginan dia nanti,” katanya.
Terkait pernyataan Samsurizal Tombolotutu, Alwi Ahmad Musa ketika dikonfirmasi via phonselnya menyatakan bahwa apa yang disampaikan Samsurizal kepada wartawan, adalah keliru.
Alwi menjelaskan, persoalan perpisahan yang ia gelar pada 27 Mei di Diklat Parimo, itu hanya rangkaian atau acara tambahan yang digelar oleh staf di bidang Diklat yang mengetahui kalau ia akan dikembalikan menjabat Kabid Infoduk di Dukcapil.
“Sebenarnya itu acara sukuran atas selesainya seluruh acara Diklat Prajabatan, dan itu dilakukan delapan hari setelah saya menerima SK pengembalian jabatan ke Dukcapil. Saya tidak menggelar perpisahan sebelum menerima SK. Laporan yang diterima bupati itu sudah dipelintir oleh si pembisik,” ujar Alwi.
Menurutnya, bahwa setelah pelantikan di Moutong, ia langsung berkoordinasi dengan Kabid Diklat sebelumnya serta dengan Kaban BKD Parimo untuk melaksanakan tugas sebagai Kabid Diklat pada acara sertijab pejabat baru di jajaran BKD Parimo yang dipimpin langsung kepala BKD.
“Dan setelah itu saya langsung melaksanakan tugas sebagai Kabid Diklat dengan tugas mengkoordinir pelaksanaan Diklat prajabatan sebanyak lima angkatan yang tersisa, bahkan pada penutupan Diklat prajabatan di auditorium saya masih ditugaskan oleh kaban BKD untuk membacakan laporan panitia pelaksana. Dan itu tugas terakhir saya sebelum saya kembali ke Dukcapil berdasarkan petunjuk Kaban BKD. Jadi, saya tidak mengabaikan tugas ataupun menolak jabatan sebagai Kabid Diklat di BKD Parimo,” jelas Alwi.
Alwi juga menegaskan bahwa ia tidak pernah membuang statement di media massa tentang polemik yang terjadi di Dukcapil terkait pelantikan di Moutong beberapa waktu lalu, karena itu bukan domainnya. “Dan saya bahkan menghindari pernyataan-pernyataan di media manapun terkait polemik itu,” kata Alwi.
Disinggung soal JFU saat ini, Alwi mengaku siap bertugas. “Saya siap bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada posisi nonjob saat ini sebagaimana amanat yang diberikan pada pelantikan Rabu 22 Juni. Karena saya adalah seorang birokrasi yang bekerja sesuai dengan aturan-aturan,” ucapnya.
Sementara itu, Kaban BKD Parimo Mawardin menjelaskan, pemberian JFU kepada Alwi berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kebijakan bupati Parimo.
Mawardin menuturkan bahwa sejak diangkat menjabat Kabid Diklat di BKD Parimo Alwi tetap menjalankan tugas. Kemudian terbit SK bahwa Alwi dikembalikan ke Dukcapil. “Dan bahkan Alwi sempat pamit kepada saya sebelum dikembalikan ke Dukcapil. Dan memang pengembalian Alwi ke Dukcapil saat itu atas permintaan Mendagri, karena ia di-SK-kan Mendagri,” ungkap Mawardin. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama