Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Berantas Buta Aksara Untuk Donggala Cerdas
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Program percepatan penuntasan buta aksara di Kabupaten Donggala terus digalakkan,  bahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala melibatkan  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang merupkan representasi perwakilan masyarakat. Memang diakui  program ini masih  bersifat konvensional atau berjalan apa adanya, tidak heran jika  capaian kinerja penuntasan buta aksara setiap tahun sangat kecil berkisar (0,5 % - 1,00 %), tidak heran  jika Kabupaten Donggala merupakan kabupaten yang memiliki masyarakat buta aksara terbesar di  Sulteng atau  memiliki angka melek huruf (AMH) terkecil dari 13 kabupaten/kota di Sulteng.
Tim Dinas pendidikan Donggala Dalam melakukan Proses Berantas Buta aksara
Makanya untuk mempercepat penuntasan buta aksara atau menaikkan AMH yang cukup signifikan tersebut,  Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala mencanangkan program  gerakan pemberantasan buta aksara (GERTAKSARA). 
GERTAKSARA merupakan gerakan yang bersifat tersetruktur, sistematis dan masif  (TSM). 
Terstruktur  menurut Kadis Pendidikan Donggala Rustam Efendy SPd. SH. M.AP karena dirancang dengan indikator capaian kinerja yang terukur, agenda kerja yang jelas, pelaksanaan (action) yang efektif dan efisien, pembiayaan tepat guna.  
Sementara sistematis karena melibatkan semua pejabat daerah tingkat kabupaten baik yang di eksekutif maupun legeslatif serta  pejabat di tingkat kecamatan dan desa.  Masif karena bersifat menyeluruh dan berjalan dalam waktu yang bersamaan. 
Makanya setelah program GERTAKSARA berjalan selama satu tahun, kabupaten Donggala telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten yang BEBAS BUTA AKSARA tahun 2015.
Menurutnya untuk mengukur kinerja pemerintahan daerah,  ditentukan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM merupakan indeks komposit  yang dihitung sebagai rata-rata sederhana dari indeks harapan hidup, indeks pendidikan  yang terdiri dari angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah, dan indeks standar hidup layak. 
Dalam konteks pencapaian IPM kata Rustam, Dinas Pendidikan bertanggung jawab menaikkan angka melek huruf (AMH) dan angka rata-rata lama sekolah. “ AMH Kabupaten Donggala tahun 2014 sebesar 94,75 % atau masih ada 5,25 % masyarakat mengalami buta aksara,”katanya. 
Apalagi berdasarkan  data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng tahun 2014, AMH kabupaten Donggala 94,75 % menempati urutan ke-13 dari 13 kabupaten/kota.  Program penuntasan buta aksara yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Donggala selama ini tidak signifikan untuk menaikkan AMH, padahal tidak sedikit anggaran yang digunakan. Sebagai ilustrasi, AMH kabupaten Donggala tahun 2012 sebesar 94,71 % dan pada tahun 2014 sebesar 94,75 %  atau naik sebesar 0,04 %. Angka 0,04 % sangatlah kecil sehingga dapat dikatakan tidak mengalami kenaikan atau bersifat tetap (Staknan).***

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama