Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Dinkes Sosialisasikan Perda no 3 di Sejumlah Kelurahan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palu, Gunawan MKes saat sosialisasi Perda no 3 tahun 2015 di kelurahaan Talise dan di Besusu Barat. Foto : Yusuf
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas Kesehatan Kota Palu terus mengintensifkan sosialisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah diberlakukan sejak tahun 2015 hingga saat ini.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke Abraham, saat sosialisasi Perda di kelurahaan Besusu Barat dan di kelurahaan Talise Rabu (11/5) mengatakan, larangan merokok tersebut ditetapkan di sejumlah tempat, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, pelabuhan laut dan udara, serta tempat umum lainnya. ”Termasuk mall dan swalayan.
Karena itu kata dia, saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait Perda KTR itu kepada warga masyarakat . Terutama  pasal 11 terkait tempat-tempat umum yang termasuk dalam KTR, sekaligus Pasal 25 ketentuan pidana. “Jadi setiap orang yang melanggar ketentuan ini diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda pidana paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp5 juta,” tegasnya.
Royke menandaskan, bukan hanya bagi perokok yang dapat dikenakan sanksi. Berdasarkan Perda ini juga diatur dalam pasal 24 bahwa mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan membeli rokok di KTR dapat dikenakan pidana kurungan tiga bulan, dan denda paling sedikit Rp100 ribu serta paling banyak Rp1 juta. “Jadi ini harus dapat dipahami oleh semua masyarakat,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palu, Gunawan MKes mengungkapkan, adanya Perda tersebut, sebagai wujud untuk menerapkan efek hukuman bagi para pelaku pelanggar  KTR melalui sanksi hukuman pidana ringan.
“Kita berharap dengan adanya Perda ini kita harapkan berbagai implementasi positif berupa peningkatan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat Kota Palu. Serta dapat menakan terjadinya resiko ancaman gangguan kesehatan akibat tercemar asap rokok, khususnya pada kelompok pasif, sesuai dengan Perda no 3 tahun 2015 ada tujuh kawasan yang ditetapkan sebagai KTR,"katanya.(yusuf)

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama