Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Memantapkan Ruas, Mempertahankan Fungsi Jalan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Kegiatan swakelola yang ada di lingkup Satuan Kerja SKPD Bina Marga Sulawesi Tengah menjalankan Program kementerian PU PERA lewat kucuran dana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN).
Melalui Pejabat Pembuat Komitmen wilayah Tompe – Ogotua yang biasa disebut PPK 01, Alirman M Nubi ST, pekerjaan swakelola Murni dilakukan sesuai dengan perencanaan atas anggaran yang dikucurkan.
Pekerjaan itu meliputi pekerjaan memantapkan badan jalan, melancarkan saluran saluran air, menjaga kondisi bahu jalan serta melakukan pemarasan rumput yang ada diseputaran bahu jalan.
Dalam penanganan Ruas ini, pihak PPK membagi menjadi lima titik besar lokasi pekerjaan, yakni ruas Ogotua – Ogoamas, Ogoamas – Siboang, Siboang – Sabang, Sabang – Tambu dan Tambu – Tompe.
Selain pekerjaan diatas, pekerjaan utamanya yakni melakukan pemeliharaan jalan dan jembatan, meliputi, lapen, buras, shend sheet, pemasangan batu pada sisi jembatan dan pemasangan bronjong.
Prinsipnya , semua ruas yang menjadi penanganan PPK 01, berlandaskan pada prinsip kerja swakelola yang masuk dalam juknis program ruas yang ditangani.
Pekerjaan Swakelola dilakukan secara terus menerus dalam anggaran berjalan sesuai dengan besaran anggaran yang ada. Sedangkan beberapa titik yang belum tersentuh dikarenakan jumlah anggaran yang tersedia dan program penyelesaiannya di anggarkan pada tahun anggaran berikut.
Perlu diketahui, agar tidak terjadi missunderstanding dalam penanganan ruas. Untuk ruas tompe Ogotua yang ditangani oleh PPK 01, ada beberapa kilo yang masuk dalam ranah penanganan PPK lainnya, yakni PPK 05 PJN wilayah 1 sulteng. 
Karena ada ruas yang masih masuk dalam masa pemeliharaan dari masa kontrak pembangunan jalan di anggaran tahun sebelumnya, jadi porsi penanganan ruas sesuai dengan apa yang sudah ditentukan.
Penanganan ruas ini memang sering mendapatkan kendala, kendala utamanya yakni tetap lebih melihat ke faktor cuaca. Karena faktor cuaca bisa memberikan dampak pada hasil kerja. Bukan hanya itu saja, faktor cuaca bisa memberikan pekerjaan tambahan penanganan extra jika terjadi longsoran .
Kondisi jalan yang ada dalam ruas ini bisa dilihata peningkatan yang signifikan, buktinya beberapa plat duecker yang yang mengalami kerusakan bisa diatasi dengan metode pekerjaan yang ada pada prinsip swakelola. Begitupun dengan kondisi badan jalan serta bahu jalan yang ada diruas ini.
Kendala dilapangan , biasanya karena faktor x yang biasanya tidak memahami bahwa jalan mempunyai DAMIJA, alias daerah milik jalan. Biasanya faktor x memberikan kerusakan pada pekerjaan atau badan jalan yang ada,  seperti ada pekerjaan yang dilakukan bidang teknis SKPD lain,  tetapi tidak mematuhi norma dan bagaimana menjaga kondisi jalan,  seperti melakukan galian seenaknya tanpa melihat batasan teknis dan kondisi jalan yang ada.
Pekerjaan yang dijalankan merupakan tanggung jawab atas pelaksanaan program kementerian yang menginginkan kemantapan kondisi jalan nasional yang ada di seluruh indonesia, khususnya sulawesi tengah, dengan bekerja maksimal maka kondisi jalan semakin mantap dan berfungsi pada semestinya.
untuk ruas yang belum tersentuh itu merupakan pekerjaan yang dilakukan pada anggaran selanjutnya, karena anggaran yang ada diuntukan pada pekerjaan yang ditangani sesuai dengan perencanaan awal. RdY

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama