Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » DPRD Tolak Raperda Perumda
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama



Gedung DPRD Kabupaten Parigi Moutong. foto istimewah
Parimo- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang diajukan eksekutif, ditolak DPRD. Penolakan melalui paripurna yang dipimpin ketua DPRD Santo, didampingi dua wakil ketua Abd Haris Lasimpara dan Taufik Borman, Selasa 19 April 2015 itu dihadiri asisten I Setda Parimo Irfannur Lamalindu.
Menurut ketua Pansus, Alfretz Tonggiroh, sebelum mengambil kesimpulan hingga akhirnya menolak, Pansus melakukan penggodokan terhadap Raperda tersebut. “Proses panjang pembahasan Raperda telah dilakukan sejak pembentukan Pansus. Dan anggota telah bekerja secara maksimal,” ungkap Alfretz.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, selama pembahasan, Pansus melibatkan banyak pihak dalam mengkaji Raperda usulan eksekutif itu. Bahkan katanya, dalam prosesnya sudah terjadi dinamika-dinamika terkait akan dilanjutkan atau tidak.
“Pansus telah melakukan pembahasan internal sesama anggota, juga internal bersama eksekutif serta melakukan konsulatsi ke biro hukum provinsi dan biro hukum kementerian dalam negeri. Disampaikan bahwa hasil dari konsultasi, Raperda yang diajukan itu belum sesuai dengan Undang-undang (UU) nomor 23, dimana berdasarkan amanat UU harus menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang akan dibentuk sebagai  pedoman pelaksanaan,” jelasnya.
Alfretz menyebutkan, sampai saat ini PP yang mengatur tentang Perumda belum ada sehingga pengesahan Raperda perlu menunggu PP yang mengatur tentang perusahaan daerah.
“Hasil konsultasi juga menegaskan Raperda Perumda belum bisa disahkan karena belum ada aturan teknis sebagaimana disyaratkan dalam UU 23 sehingga disarankan sebaiknya dikembalikan untuk diajukan kembali setelah terbit PP,” tegas Alfretz.
Pansus yang membas tentang pendirian Perumda berkesimpulan menolak Raperda dengan dua poin penting, yaitu merekomendasikan pada eksekutif melakukan perbaikan untuk diajukan kembali setelah terbit PP sesuai amanat UU 23 atau menunda pengajuan Raperda  untuk sementara masih menggunakan UU lama tekait perusahaan daerah yang ada.
Alfretz menambahkan, Pansus memberikan pertibangan yang mengacu pada Perda nomor 4 tahun 2007 terkait Perusda yang pernah disahkan oleh DPRD. Menurut Pansus masih bisa digunakan dan tidak bertentangan dengan pertauran yang ada. Sedangkan penjelasan pada UU 23 badan usaha yang ada wajib menyesuaikan dengan peraturan perundang-undagan.
Sementara itu, wakil ketua DPRD Taufik Borman memberikan masukan bahwa mestinya eksekutif sebelum menyerahkan Raperda kepada lembaga DPRD harusnya berkonsultasi dulu di pusat atau memastikan aturan terkait Raperda yang akan diusulkan.
"Sudah 15 tahun saya menjadi anggota dewan dan selama ini Perusda belum ada perkembangan,  sehingga dibekukan saja untuk sementara," ucap mantan wakil Ketua DPRD periode 2009-2014 itu.
Sementara itu, politisi partai Golkar Made Yastina mengatakan, lembaga resmi yaitu Pansus  yang ditunjuk DPRD membahas Raperda Perumda dengan tegas menolak untuk membahas sehingga pihaknya menyetujui langkah Pansus (menolak).
"Pansus sudah menolak membahas, dan kami percaya dan yakin memang tidak bisa dilanjutkan karena petunjuk teknis belum ada. Maka ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu ditolak atau dikembalikan untuk diajukan kembali atau ditunda kemudian dibahas selanjutnya sesuai mekanisme” jelas Made Yastina.
Menangapi hal itu, asisten I Setda Parimo, Irfannur Lamalindu kepada wartawan menyatakan menerima keputusan Pansus tersebut.
“Meski demikian, pemerintah daerah masih diberi kesempatan oleh legislatif untuk mengajukan kembali sesuai syarat-syarat yang disarankan,” kata Irfannur usai Paripurna.
Menurut Irfannur, kesimpulan apakah pemerintah kabupaten akan mengajukan kembali Raperda tersebut atau tidak, menunggu keputusan bupati. “Saya akan menyampaikan keputusan paripurna ini kepada bupati, untuk memastikan apakah eksekutif akan kembali mengajukan atau tidak,” jelasnya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama