Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » Dinkes Gelar Workshop Penyusunan Rencana Kontijensi KKM
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Asisten 1 Pemkot, Drs Arfan MSi saat membuka kegiatan workshop penyusunan rencana kontijensi kedaruratan kesehatan masyarakat di hotel Sutan Raja sekaligus menyempatkan diri foto bersama. Foto : Yusuf
Palu - Di tengah derasnya arus globalisasi, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa lalu lintas perdagangan, alat angkut, orang, dan barang antar wilayah, negara, bahkan benua sangat pesat. Moda transportasi yang semakin canggih berimplikasi pada jalur penularan penyakit melalui hewan, patogen, dan vektor penyakit dari berbagai belahan dunia.
Gambaran ini disampaikan Asisten 1 Pemkot, Drs Arfan MSi saat membuka kegiatan workshop penyusunan rencana kontijensi kedaruratan kesehatan masyarakat di hotel Sutan Raja Rabu (13/4). Berbagai bakteri dan virus mematikan yang dapat menginfeksi banyak orang di seluruh penjuru dunia dapat menyebar dalam waktu yang sangat cepat. Wabah lintas benua sudah pernah terjadi di masa lalu, dan kemungkinan besar akan terjadi lagi, bahkan dalam hitungan waktu lebih cepat. Saat ini, seseorang dapat berpindah-pindah ke berbagai tempat dalam hitungan jam dengan membawa berbagai macam mikroba penular penyakit bersamanya.
Dengan semakin bertambahnya populasi manusia, batas antara habitat hewan dan manusia menjadi kabur. Manusia dan hewan hidup di wilayah yang bertumpang tindih, dan mulai berbagi penyakit, sehingga risiko terjadinya Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) atau pandemi menjadi semakin besar.
Dalam beberapa dekade terakhir ini, terjadi peningkatan kejadian penyakit infeksi, seperti SARS, Avian Influenza, Ebola, dan MERS-CoV yang berpotensi menjadi ancaman internasional terhadap kesehatan masyarakat, dikenal dengan istilah Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKM-MD).
Untuk mencegah, melindungi dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara, diberlakukan International Health Regulation (IHR) 2005 yang telah disetujui oleh 194 negara anggota WHO. Indonesia telah berkomitmen dalam implementasi penuh IHR 2005 sejak diberlakukan pada 15 Juni 2007.
Penyakit, maupun bahan kimia, radio nuklir serta keamanan pangan memiliki potensi menyebabkan KKM. Oleh karena itu diperlukan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan kejadian tersebut melalui penyusunan rencana kontijensi, dimana dalam rencana kontijensi tersebut direncanakan kegiatan untuk menghadapi suatu peristiwa KKM atau pandemik.
Sebagai bentuk kesiapan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah, dalam menanggulangi kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat, dilaksanakan kegiatan penyusunan Rencana Kontijensi (Renkon) dalam menanggulangi KKM di wilayah. Kegiatan ini memberikan dukungan legalitas serta pedoman dalam respon cepat untuk menanggulangi KKM.
Kegiatan penyusunan Rencana Kontijensi dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian paparan, diskusi, dan tanya jawab yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota, RSUD/ Rujukan, Kepolisian Resor (Polres), TNI, serta instansi terkait lainnya.
Kegiatan penyusunan rencana kontijensi dimulai dari penilaian potensi risiko KKM yang dapat masuk/ keluar pintu masuk pelabuhan atau bandara dan menyebar melalui wilayah provinsi/ kabupaten/ kota dan atau sebaliknya. Penilaian potensi bahaya KKM dilakukan melalui identifikasi berbagai jenis KKM dengan menggunakan catatan data/ sejarah kejadian KKM di masing-masing wilayah dan dilakukan pembobotan potensi masalah. Mengingat bahwa masalah KKM cukup banyak jenisnya, perlu dilakukan penilaian bahaya dan penentuan tingkat bahaya untuk menentukan 1 (satu) jenis KKM yang diperkirakan akan terjadi sebagai prioritas. Dokumen rencana kontijensi yang telah dibuat harus direviu secara reguler, minimal setahun sekali sehingga penyusunan Rencana Kontijensi ini dapat memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat jika terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat. Demikian paparan yang disampaikannya. yusuf

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama