Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Penanganan Gepeng Terkendala Anggaran
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Palu - Keberadaan Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta anak jalanan di Kota Palu, sering kali menjadi sorotan masyarakat. Beberapa gepeng yang menggunakan modus mengamen, menjual kue, bahkan meminta sumbangan dengan melibatkan tunanetra dan anak kecil dibeberapa titik terutama diperemparan lampu merah sangat mengganggu pengguna jalan. Beberapa gepeng yang terdiri dari anak - anak kecil yang berkeliaran dilampu merah sangat Meresahkan karena mereka terkadang menghalangi jalan. Polisi Pamong Praja (Pol PP) kota Palu telah beberapa kali melakukan penertiban, namun memberikan efek jera bagi para gepeng dan anak jalanan. Persoalan minimnya anggaran menjadi salah satu faktor kendala yang dihadapi Dinas Sosial kota Palu dalam menangani gepeng dan anak jalanan di kota Palu. Namun penanganan gepeng dan anak jalanan saat ini terus dilakukan, dimana PemerintahbKota (Pemkot) Palu telah melakukan Rapat koordinasi dengan pihak pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan rencananya akan dibangun Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) yangbakan membina para gepeng dan anak jalanan yang berhasil ditertibkan oleh Pol PP. Kepala Seksi Rehabilitasi Dinsosnaker Kota Palu, Ahmad Rizal mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan Rapat koordinasi dengan provinsi dan nantinya akan dibangun panti untuk menampung para gepeng dan anak jalanan yang ada di kota Palu. Menurutnya ada sekitar 20 lebih gepeng dan anak jalanan yang berkeliaran dan sudah beberapa kali terjaring razia. Sayangnya hal tersebut tidak dapat memberikan efek jera. Selama ini kata dia, keterbatasan anggaran menyebabkan terkendala dalam menangani masalah gepeng di kota Palu untuk membina dan memberikan ketrampilan kepada mereka, sehingga nantinya mereka (gepeng,red) bisa memiliki ketrampilan dan tidak lagi berkeliaran didalam kota yang dapat meresahkan masyarakat. Menurutnya, selama ini pembinaan gepeng dan anak jalanan hanya bisa dilakukan sebanyak 2- 3 kalinper triwulan mengingat terbatasnya jumlah dana yang ada. Dengan adanya panti yang dibangun oleh pemprov Sulteng, diharapkan para gepeng bisa mendapatkan pembinaan dan kesepan mereka bisa mandiri dan tidak lagi berkeliaran dijalanan. ata  

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama