Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » MTQ XXVI, Parimo Sabet Juara Umum
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama




Wagub Sulteng Sudarto, menyerahkan bonus kepada peserta yang mendapat juara pada MTQ tingkat Provinsi Sulteng ke XXVI di Kabupaten Parimo. Foto : Dadank

Parimo - Harapan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) meraih juara umum pada MTQ tingkat provinsi terwujud. Catatan dewan juri, kabupaten yang menjadi tuan rumah MTQ ke XXVI itu, bisa meraih juara umum dari 12 kabupaten dan 1 kota itu dengan perolehan total nilai 111 poin.
Berdasarkan paripurna dewan hakim yang dibacakan pada penutupan MTQ, Rabu malam 16 Maret, Kabupaten Parimo ditetapkan meraih juara umum dengan total nilai 111 poin, dengan rincian untuk berbagai cabang lomba, juara 1 diraih 14 orang, juara 2 diraih 11 orang, juara 3 diraih 8 orang.
Sementara, juara kedua hanya mampu mencapai total nilai 38 poin diraih Kota Palu, dengan rincian untuk berbagai cabang lomba juara 1 diraih 4 orang, juara 2 diraih 4 orang dan juara 3 diraih 6 orang. Sedang juara ketiga dengan total nilai 31 poin diraih Kabupaten Donggala, dengan rincian untuk berbagai cabang lomba, juara 1 diraih 3 orang, juara dua diraih 3 orang dan juara 3 diraih 7 orang.
Wakil Gubernur Sulteng, Sudarto yang menghadiri penutupan MTQ tingkat Provinsi Sulteng mengatakan, dengan terselenggaranya event telah melahirkan pemenang dan juara. Olehnya, bagi para juara MTQ ke XXIV dari semua jenis cabang yang dilombakan, pihaknya mengucapkan selamat. Serta bagi yang belum meraih juara, diminta untu tidak berkecil hati dan berputus asa.
“Karena, tidak juara dalam event tersebut merupakan juara yang tertunda. Sehingga, perlu untuk dipacu lagi, banyak belajar dan berusaha secara sungguh-sungguh, agar kemenangan dapat diraih,” ujarnya.
Menurut dia, berakhirnya MTQ tersebut, tidak berarti tugas telah selesai. Sebab, Provinsi Sulteng masih harus mendukung serta mensukseskan MTQ tingkat Nasional pada Juli mendatang, di Mataram, Sumatera Barat.
Sehingga kata dia, pihaknya memberika kepercayaan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), untuk mempersiapkan berbagai perihal termasuk pelaksanaan pelatihan secara tertib, penuh dedikasi dan disiplin dengan memanfaatkan sisa waktu secara maksimal.
“Saya yakin kalau kita betul-betul disiplin dalam latihan dan penuh dedikasi, maka kita akan mampu meraih apa yang kita harapkan. Bahkan, pembinaan lebih diefektifkan lagi maka korih dan koriah kita dapat tampil maksimal di MTQ tingkat Nasional,” kata dia.
Dia menambahkan, pelaksanaan MTQ seperti ini merupakan aset bersama, dalam menciptakan ahqlatul karima, menujuh Sulteng sejajar dengan provinsi maju dikawasan timur Indonesia dalam mengembangkan agrebisnis bidang kelautan melalui peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing tahun 2020.
“Insya allah, apa yang dilakukan dalam kegiatan ini mendapat ridho dari Allah SWT. Serta mampu menghadapi pengaruh negatif diera globalisasi yang penuh tantangan dan persingan,” kata dia.
Pada kesempatakan yang sama, Wakil Gubernur Sulteng juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemkab Parimo, dewan hakim dan masyarakat Parimo yang berhasil menjadi tuan rumah yang baik, serta seluruh komponen yang telah berperan aktif dan penuh dedikasi padalam pelaksanaan MTQ ke XXVI tingkat Provinsi Sulteng.
“Kerja keras yang ditunjukkan panitia dan seluruh pihak, telah membuahkan hasil sempurna. Dengan dilaksanakan MTQ ini, berbagai tahapan telah dilalui bersama yang didorong rasa semangat dan tanggungjawab,” tuturnya.

Pemenag Belum Mutlak Mewakili Sulteng
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulteng, Zulkifli Tahir menegaskan, pemenang MTQ tingkat Provinsi Sulteng ke XXVI di Kabupaten Parimo belum mutal mewakili Sulteng pada ajang nasional.     
“Kali ini pesrta terbaik satu dua dan tiga tidak mutlak mewakili Provinsi Sulteng pada MTQ tingkat Nasional. Sebab,peserta yang berhasil meraih terbaik 1, 2 dan 3 akan diseleksi kembali,” ujar Zulkifli saat menyampaikan sambutanya pada acara penutupan MTQ tingkat Provinsi Sulteng di Parimo, Rabu malam 16 Maret.
Dia mengatakan, untuk mewakili Sulteng pada ivent nasional, peserta tebaik pada ajang kali ini akan diseleksi kembali oleh pelatih terbaik dari Jakarta.  
“Kita akan panggil pelatih-pelatih terbaik dari jakarta untuk menyeleksi kembali siapa yang terbaik. Yang terbaik dan memilki disiplin terbaik. Itulah yang akan mewakili Sulteng diajang nasional,” ungkapnya.
Karena itu kata dia, para pemenang tidak perlu terlalu bergembira tapi tetaplah berlatih dan mengasah kemampuan.
“Harapan saya semua pemenang MTQ malam ini,janganlah berpuas diri dan tetap berlatih,” pintahnya.
Ia menyebutkan, ditingkat nasional Provinsi Sulteng tidak pernah meraih juara. Sehingga, melaui perubahan sistem dalam menentukan perwakilan pada ajang MTQ tingkat nasional bisa memberikan hasil terbaik.   
“Perlu saya sampaikan pada MTQ tingkat nasional, sering disorot Pak Wabub, karena kita tidak pernah dapat juara. Olehnya, pada MTQ tingkat nasional di nusa tenggara barat nanti, kita bisa naik peringkat minimal masuk 10 besar,meskipun harus diakui lawan-lawan level nasional sangat berat,” urainya.
Meskipun harus diakui,bersaing diajang nasional tidaklah mudah. Apalagi,kali ini ada beberapa kategori lomba kita tidak berhasil memperoleh juara terbaik,seperti kategori tafsir 30 jus dan tafsir bahasa arab mlainkan hanya bisa memperolah juara harapn. Padahal,di Provinsi Sulteng ada ratusan pondok pasntren.
“Inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Sperti Pemerintah, LPTQ dan majelis ulama,” punkasnya.
Meski demikian, Zulkifli meneyebutkan MTQ tingkat provinsi di Kabupaten Parimo merupakan yan terbaik dari semua MTQ yang pernah dilaksanakan di Sulteng. Indikaornya, dapat diukur dari sistem pelaksanaanya dan profesionalitas dewan hakim.
“Dari segi kompotensi dewan hakim. Kali ini dewan hakim dilibatkan sangat mempuni, seperti terlibatnya sejumlah dewan hakim internasional sehingga polah penilaian yang diterapkan merupakan standar nasional. Dari segi sistem. Bayangkan saja,Qoiri dan Qoriah sudah masuk final pencabutan makrah dilakukan saat peserta mau tampil yang dicabut. Makanya, banyak Qori dan Qoriah terbolak balik bacaanya, karena tidak terbiasa kecuali.
Kemudian Lanjut dia,pada saat final, peserta dari kabupaten kota yang masuk final, maka dewan hakim yang bertugas adalah dewan hakim dari kabupaten yang berbeda.
“Contohnya, kalau Kabupaten Parimo yang masuk final,tidak boleh dewan hakim dari parimo yang bertugas. Makanya,  MTQ kali ini penilaianya sangat objektif,” tutupnya. dd
 

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama