Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » Lagi, Ada Pungutan di Sekolah
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

ist
Palu- Belum habis sebulan Walikota Palu, Hidayat meminta agar tidak ada pungutan lagi di Sekolah, namun sekolah beberapa pihak sekolah cuek dengan kebijakan tersebut. Beberapa hari ini orang tua siswa kelas VI SDN 27 Palu mengeluhkan soal adanya pungutan biaya belajar tambahan atau les. 
Salah satu orang tua siswa SDN 27 Palu yang namanya enggan untuk dikorankan mengaku jika pada haris Sabtu (27/2/2015) pihak sekolah bersama komite mengundang orang tua siswa untuk rapat membicarakan soal tri out siswa kelas VI dalam menghadapi Ujian Nasional (UN). Dalam rapat tersebut, dibahas mengenaik biaya les yang harus dibayar per siswa. Dimana diputuskan siswa membayar Rp165 ribu perbulan. Anehnya kata dia, keputusan itu bukan atas dasar kemauan orang tua siswa, namun hanya keputusan pihak sekolah dan komite.
 "Saat rapat sebagian besar orang tua merasa terbebani dan berat membayar uang les sebesar itu, hanya keputusan pihak sekolah saja itu yang harus bayar Rp165 ribu. Apalagi biaya les itu katanya untuk membayar biaya makan guru les," ujarnya. 
Menurutnya, ada beberapa sekolah yang tidak memungut biaya les kepada siswanya. Bahkan pihak sekolah menganjurkan dan tidak memaksakan bagi siswa yang tidak mampu dan pembayaran hanya atas kerelaan saja. Rapat yang dilaksanakan pada Sabtu lalu seperti proses lelang saja. Dimana penentuan biaya les dilelang kepada orang tua dan harus dibayar. "Mana sudah itu kebijakan pak Walikota Hidayat yang katanya tidak ada pungutan. Ini masih SD sudah dimintai macam - macam. Untuk apa itu dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan pemerintah ke sekolah, kasihan orang tua yang tidak mampu," kata dia. 
Hal senada disampaikan salah satu orang tua yang namanya juga tidak ingin dikorankan dengan alasan khawatir anaknya yang akan disalahkan pihak sekolah. Menurutnya, rapat yang membahas soal biaya les tidak jelas dan hasilnya juga bukan atas keinginan bersama seluruh orang tua. Selain masalah besaran biaya les, dia juga mempermasalahkan waktu les yang tidak benar. Menurut dia, yang namanya pelajaran tambahan atau les dilaksanakan usai proses jam belajar mengajar disekolah usai.  
Namun yang terjadi justru sebaliknya, dimana siswa kelas VI mengikuti les untuk persiapan UN mulai pukul 11.00 wita hingga pukul 14.00 wita. Waktu tersebut kata dia, masih masuk jam aktif belajar. ata

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama