Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Dugaan Korupsi Proyek Revitalisasi Gedung Lab Untad
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Proyek pekerjaan revitalisasi gedung laboratorium sains dan ilmu terapan, Untad Palu diduga terjadi pencairan tak wajar, sebab hanya dalam jangka 17 hari kelender pekerjaan itu sudah dibayarkan 100 persen. Foto : DOK : LPPNRI

Palu– Koalisi Rakyat Anti Korupsi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebelumnya telah melaporkan adanya tindakan korupsi pada proyek pekerjaan revitalisasi gedung laboratorium sains dan ilmu terapan, Universitas Tadulako (Untad) Palu karena diduga ada pencairan tak wajar.
Wakil Ketua Tim Investigasi Tim 7 Dewan Pimpinan Provinsi Lembaga Pemantauan Penyelenggaraan Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Abd Salam Adam mengatakan bahwa, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng harus segera menindaklanjuti kasus  korupsi yang telah dilaporkan. Terutama kata dia, kasus pekerjaan fisik yang dikelolah Untad yaitu pekerjaan revitalisasi gedung laboratorium sains dan ilmu terapan Untad Palu yang diduga telah terjadi pencairan yang tidak wajar.
Pasalnya kata Salam, sesuai dengan kontrak kerja bahwa cara pembayaran adalah sistem termin atau angsuran, tapi kenyataannya pembayaran dilakukan dengan cara pembayaran sekaligus. Pembayaran sekaligus tersebut sangat berpotensi terjadinya penyelewengan yang dapat merugikan keuangan negara.
Belum lagi lanju dia, pembayaran angsuran 1 sebesar 100 persen dilakukan hanya dalam jangka waktu yang cukup pendek yakni 17 hari kelender kerja dan sudah dinyatakan pekerjaan itu selesai 100 persen.
Salam juga membeberkan soal sikap kuasa pengguna anggaran dan PPK yang tidak mempertimbangkan waktu yang tersedia  atau dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2012 dan tetap memaksakan melakukan proses tender dengan anggaran yang begitu besar mencapai Rp39 Miliar lebih dengan waktu pelaksanaan hanya 48 hari kalender.
“Diduga telah terjadi manipulasi  atau mark up volume hasil pelaksanaan proyek tersebut  karena hanya dalam jangka waktu 17 hari kelender pekerjaan tersebut sudah selesai 100 persen yang dibuktikan dengan pembayaran angsuran 1 sebesar 100 persen berdasarkan PAP tanggal 14 Desember 2012. Ini sangat tidak maksuk diakal dengan waktu yang sangat singkat dan anggaran yang cukup besar bisa menyelesaikan pekerjaan pembangunan satu gedung laboratorium,” urai Salam.
Olehnya itu Salam meminta kepada Kejati Sulteng untuk segera memriksa para pihak yang bertangungjawab terhadap dugaan rekayasa dan manipulasi data dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Menurutnya, kasus proyek pekerjaan revitalisasi gedung laboratorium sains dan ilmu terapan Untad ini sebelumnya telah dilaporkan ke Polda Sulteng pada tahun 2015 yang lalu namun tidak juga ditindaklanjuti.
Sehingga dalam waktu dekat Koalisi Rakyat Anti Korupsi Sulteng akan kembali memasukan laporan kasus tesebut dan berharap pihak Polda maupun Kejati untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang sudah merugikan keuangan negara. ata

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama