Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Resiko Bencana Di Pantai Talise Semakin Tinggi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama



Palu- Kegiatan reklamasi yang dilakukan dipantai sepanjang Teluk Palu berdampak pada tingginya resiko bencana, mengingat kawasan yang direklamasi yakni pantai di kelurahan Talise merupakan wilayah rawan bencara.
Berdasarkan analisis tentang pelaksanaan reklamasi teluk Palu yang dilakukan Ombudsman perwakilan Sulawesi Tengah menyebutkan bahwa dalam pasal 43 ayat (3) huruf b Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu Nomor 16 tahun 2011 tentang tata Ruang Wilayah Kota Palu tahun 2010-2030 tertuang bahwa pantai dikelurahan Talise merupakan wilayah rawan bencana gelombang pasang atau tsunami.
Hal itu juga menjadi salah satu strategi pengendalian perkembangan kegiatan budi daya agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Perda tersebut.
Anggota Ombudsman perwakilan Sulawesi Tengah, Nasrun menjelaskan bahwa pembatasan perkembangan kegiatan budi daya yang terbangun dikawasan rawan bencana dimaksudkan untuk meminimalisir potensi kegiatan bencana dan potensi kerugian akibat bencana.
Pemanfaatan ruang dengan melakukan reklamasi di pantai Talise kata dia, sangat jelas telah melanggar ketentuan pasal 42 Undang – Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.
Kegiatan reklamasi oleh PT, Yauri Investama bukan mengurangi, namun justru menambah sedimen baru ke laut yang bisa mengakibatkan tingginya resiko bencana.
Dari bentuk “Pembangkangan” tersebut mendapatkan sanksi sesuai pasal 75 ayat 1 Undang – Undang Penanggulangan bencana yang menyebutkan ; setiap orang yang karena kelalaiannya melakukan pembangunan beresiko tinggi, yang tidah dilengkapi dengan analisis resiko bencana sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 ayat (3) yang mengakibatkan terjadinya bencana, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3tahun atau paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit Rp300 juta atau denda paling banyak Rp2 Miliar.
Menurutnya, dalam dokumen reklamasi pantai teluk Palu tidak terdapat analisis resiko bencana. ata

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama