Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Tiga Pengedar Upal Dibekuk di Parimo
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Kapolsek Parigi IPTU Muslimin memperlihatkan barang bukti uang palsu. Foto : Dadank

Parimo- Tiga pengedar uang palsu (upal), Senin (25/1) malam dibekuk aparat Polsek Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Kapolsek Parigi, IPTU Muslimin, kepada sejumlah wartawan mengatakan, penangkapan pelaku pengedar upal itu dilakukan setelah menerima laporan korban pemilik kios, warga Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi bernama Irfan.
“Dalam laporannya, ada oknum membeli rokok satu bungkus di kios miliknya menggunakan pecahan Rp100 ribu pada Minggu (24/1). Irfan baru mengetahui kalau uang itu palsu, setelah oknum pembelinya pergi,” tutur Muslimin.
Atas laporan tersebut, Muslimin langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pencarian terhadap pelaku yang ciri dan kendaraannya sudah diketahui. Namun, pencarian yang dilakukan pada saat itu tidak membuahkan hasil.
Kemudian pada Senin (25/1) malam, kata Muslimin, Irfan melihat pelaku menggunakan mobil jenis Avanza nomor polisi DN 726 YN di traffic light Kelurahan Kampal. “Irfan kemudian menyampaikan informasi itu pada kami. Dan kami langsung mengejar pelaku yang menuju wilayah Selatan Kabupaten Parimo, dan berhasil mencegat pelaku di Desa Tolai, Kecamatan Torue,” ungkapnya.
Muslimin menyebutkan, saat melakukan pengejaran, aparat sempat kehilangan jejak pelaku, saat berada di Desa Dolago, Kecamatan Parigi Selatan. Lantaran kehilangan jejak, Polsek Parigi kemudian kami meminta bantuan Polsek Torue. “Berkat bantuan Polsek Torue, kami berhasil mengamankan satu pelaku,” tambah Muslimin.
Muslimin menjelaskan, pelaku yang diketahui bernama Roni merupakan warga Desa Bunta, Kabupaten Banggai itu, langsung digiring ke Polsek Parigi. “Menurut keterangan Roni, upal itu diperoleh dari Khosim alias Abang yang berasal dari pulau Jawa. Roni berkenalan dengan Khosim saat Roni menjemputnya di Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu,” beber Muslimin.
Dituturkan Muslimin, Roni berprofesi sebagai supir rental di wilayah Banggai. Roni menjemput Khosim di Bandara Palu, selanjutnya di antar ke Bunta. Roni mendapat upah upal Rp1 juta dari Khosim.
Selanjutnya, sambung Muslimin, dari keterangan Roni pihaknya kembali melakukan pengembangan dengan target Khosim alias Abang sebagai pelaku utama. Akhirnya, Khosim dan rekannya bernama Nuari Mustari berhasil diamankannya di Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi saat akan menuju ke Kota Palu dari Desa Bunta.
Dari tangan para pelaku, Polisi mengamankan Rp6,4 juta upal pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Polisi belum mengetahui berapa total upal yang dibawa pelaku utama, namun yang diketahui telah beredar sekitar Rp1,9 juta.
“Kamungkinan jumlah yang beredar puluhan juta. Apalagi mereka melakukan perjalanan mulai dari Kota Palu hingga Bunta, dan sepanjang jalan mampir di kios-kios untuk membeli rokok. Tapi kami belum dapat memastikan, hanya saja dari hasil penangkapan kami, pelaku membawa upal Rp6,4 juta,” jelasnya.
Diperkirakan uang palsu sebanyak Rp1,9 juta lebih yang beredar tersebut mulai dari wilayah Kota Palu dan Kabupaten Parimo. Polisi juga mengamankan uang asli yang merupakan pengembalian saat pelaku menggunakan upal, sebanyak Rp587 ribu milik Roni dan Rp198 ribu milik Nuari Mustari.
Dia menuturkan, pelaku utama Khosim berdasarkan catatan ternyata merupakan mantan nara pidana yang ditahan selama dua tahun dengan kasus yang sama. Saat ini para pelaku telah diamankan di sel tahanan Polsek Parigi, bersama barang bukti berupa upal dan mobil Avanza.
“Untuk sementara pelaku dijerat dijerat undang-undang penipun, karena kami masih melakukan koordinasi dengan perbankan dulu,” tuturnya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama