Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » Pengelola Sampah Lalai Setor Retribusi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


Pengelola sampah di Kelurahan maupun tingkat RT lalai menyetor retribusi sampah. Hal tersebut menyebabkan target PAD dari sektor retribusi sampah hanya mencapai 31 persen. Foto : Dok DKP Kota Palu

Palu - Masalah sampah dan pengelolaan retribusi sampah di Kota Palu hingga saat ini masih sangat memprihatinkan dan belum dapat ditangani dengan maksimal. Pasalnya pihak pengelola retribusi sampah lalai menyetor retribusi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu terus berupaya untuk menangani masalah tersebut, salah satunya dengan menarik retribusi persampahan, sehingga setiap hari sampah masyarakat yang berasal dari sampah rumah tangga bisa teratasi.
Jumlah retribusi yang ditarik per kelurahan setiap bulan bervariasi antara Rp15 ribu – Rp 30 ribu per rumah tangga.
Sayangnya target Pendapatan Asli daerah (PAD) Kota palu dari sektor retribusi pelayanan persampahan tidak tercapai, padahal jumlah retribusi yang dibayarkan masyarakat per bulannya terbilang cukup besar.
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan 1 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palu, Herman Farid mengatakan tahun 2015 target PAD dari sektor retribusi pelayanan persampahan sebesar Rp3,6 Miliar. Sementara realisasi perhitungan sementara hingga Desember 2015 hanya sebesar Rp1.135.580.000 atau sekitar 31,54 persen. Artinya kata dia, masih ada Rp2.464.420.000 yang belum terealisasikan.
Sebelumnya pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu telah mengungkapkan bahwa target pencapaian PAD dari retribusi sampah pada tahun 2015 tidak akan terealisasi.
Sekretaris DKP Kota Palu, Andi Hajidin mengungkapkan bahwa banyak pos – pos retribusi yang ada di Kelurahan tidak di setor ke Dinas. Padahal telah ditetapkan bahwa retribusi yang ditarik dari setiap Rumah Tangga yang ada di Kota Palu, wajib disetor sebesar Rp3000 ke Dinas. “Potensi dari retribusi sampah di Kota Palu sebenarnya cukup besar, namun setoran untuk Dinas yang hanya sebesar Rp3000 tidak disetor oleh pengelola baik yang di tingkat RT/RW maupun dari kelurahan,” ujarnya.
Hajidin menjelaskan bahwa pencapaian target PAD dari retribusi sampah tidak akan pernah terealisasi jika tidak didukung peran serta pengelola sampah yang ada di masing – masing kelurahan. Banyak kelompok pengelola sampah yang sama sekali tidak pernah menyetorkan hasil retribusi yang dipungut dari setiap rumah tangga ke Dinas.
Hajidin menambahkan bahwa tahun 2014 lalu, pencapaian PAD dari retribusi sampah juga tidak terealisasi, dimana dari target yang ditetapkan sebesar Rp3,8 Miliar hanya tercapai sebesar 28 persen atau sebesar Rp800 juta. ata

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama