Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Parkir Berlangganan PNS Tidak Maksimal
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Kartu parkir berlangganan, Foto Ata
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menerapkan sistem parkir berlangganan atau penin bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana setiap bulannya dilakukan pemotongan gaji Rp 20 ribu per orang untuk parkir berlangganan tersebut.
Sayangnnya sistem tersebut dinilai tidak maksimal sebab sebagian besar PNS masih dikenakan tarif parkir oleh juru parkir ketika memarkir kendaraannya dititik – titik parkir tertentu.
Beberapa PNS yang ada dijajaran Pemkot Palu mengaku jika mereka masih sering dimintai retribusi parkir oleh juru parkir, padahal melakukan pembayaran parkir berlangganan setiap bulannya.
Budi salah satu PNS Kota Palu mengatakan bahwa dirinya masih sering dimintai uang parkir oleh petugas parkir. Sementara ketika menjelaskan bahwa dirinya telah membayar parkir berlangganan, justru hanya mendapat ancaman dan cacian dari juru parkir.
Menurut Budi, rata- rata juru parkir yang ada di Kota Palu sama sekali tidak mengetahui tentan parkir berlangganan, sehingga seenaknya mereka menarik parkir. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi lanjut dia, maka bentakan dan ancama sering terjadi.
Seharunya pihak terkait bisa melakukan sosialisasi kepada juru parkir terkait parkir berlangganan yang telah dibayar oleh seluruh PNS di Kota Palu tanpa terkecuali. Sebab jika terus – terusan terjadi seperti itu kata Budi, kita PNS yang membayar yang dirugikan karena telah membayar kewajiban namun tidak mendapatkan pelayanan.
Hal yang sama diungkapkan Lina yang juga PNS di Sekretariat Daerah Kota Palu yang mengaku masih dikenakan tarif parkir oleh petugas Parkir, padahal sudah diberlakukan parkir berlangganan.
Sosialisasi kepada petugas parkir terkait parkir berlangganan kata Lina sangat dibutuhkan, sehingga jangan sampai retribusi atau uang parkir yang ditarik ke pada PNS yang telah membayar parkir melalui pemotongan gaji, justru disalahgunakan. ata* 


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama