Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Pemda yang Tak Peduli HIV/AIDS akan Dilapor
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


ilustrasi

Palu - Kasus HIV/AIDS di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terbilang cukup tinggi, dimana hingga tahun 2015 sudah tercatat ada 971 kasus.
Untuk menekan jumlah penderita, maka dilakukan beberapa upaya pencegahan diantaranya penanganan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebab hanya mereka yang mengetahui siapa saja yang telah tertular virus berbahaya tersebut.
Forum Populasi Kunci (Rumpi) Sulteng terus melakukan berbagai hal guna mencegah penularan HIV dan menekan angka kematian ODHA. Untuk menunjang upaya tersebut, dibutuhkan peran serta Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal pembiayaan.
Direktur Advokasi Rumpi Sulteng, Riki Lahia mengatakan Pemda wajib membantu dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS baik ditingkat Provinsi, kabupaten dan Kota melalui pebiayaan dalam APBD.
“Alhamdulillah ada beberapa daerah di Sulteng yang telah mengakomodir dalam APBD untuk pennggulangan HIV/AIDS. Diantaranya kabupaten Donggala, Parigi dan Kota Palu. Selebihnya dalam proses lobi – lobi,”ujarnya.
Menurut Riki, dika ada Pemda di Sulteng yang tidak membantu dalam upaya penanngulangan HIV/AIDS, maka akan dilaporkan dan dibawa kerana hukum karena ada unsur pembiyaran terhadap kasus HIV/AIDS.
Riki menjelaskan bahwa dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sulteng Nomor 3 tahun 2014 tentang pengendalian HIV, AIDS dan IMS pasal 20 sangat jelas ditegaskan bahwa Dinas Kesehatan dan SKPD terkait mengalokasikan pembiayaan pengendalian HIV, AIDS dan IMS sesuai tupoksi masing – masing.
Selain itu kata dia pada pasal 14  pada pasal (1) menyebutkan bahwa Pemda berkewajiban melakukan rehabilitasi serta mitigasi dampak sosial dan ekonomi akibat epidemi HIV.AIDS dan IMS.
“Jadi sudah menjadi kewajiban Pemda untuk membantu penanganan HIV/AIDS di Sulteng mulai dari provinsi, kota hingga Kabupaten. Virus HIV hanya dapat menular jika ada satu orang HIV positif yang menularkan virusnya ke orang lain, sehingga penularanya hanya bisa dicegah oleh orang itu sendiri,” tegas Riki. ata

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama