Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Polisi Temukan Satu Mayat Lagi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Jasad I Nyoman Astika saat di kamar mayat RSUD Anuntaloko Parigi
Jumlah Bertambah Jadi Tiga Orang
Parimo - Setelah dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa kepala pada Senin (14/9), di dua desa di Kecamatan Balinggi dan Kecamatan Torue, kini pada Selasa (15/9) polisi kembali menemukan satu mayat lagi.
Kepada sejumlah wartawan Kapolres Parimo AKBP Novia Jaya membenarkan penemuan mayat tersebut. Hanya saja Novia Jaya masih belum menyebutkan kondisi korban yang baru ditemukan itu.
“Saya sudah menerima laporan bahwa ada penemuan mayat lagi, namun untuk memastikannya saya memohon waktu kepada teman-teman wartawan. Sampai saat ini (pukul 18.15 wita), korban yang ditemukan itu sudah dievakuasi dan masih dalam perjalanan menuju perkampungan, dan selanjutnya akan dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi,” ungkap Novia Jaya.
Novia Jaya juga belum memastika identitas mayat baru itu. Yang pasti kata dia, mayat itu diduga sudah tewas sejak beberapa hari. Korban ditemukan di kilometer 15 arah Desa Salubanga, Kecamatan Sausu.
“Untuk korban baru ini, menurut laporan dari anggota di TKP, tubuh korban tidak dimutilasi seperti korban lainnya,” kata Novia Jaya di kamar mayat RSUD Anuntaloko saat membawa kepala mayat bernama I Nyoman Astika, Selasa (15/9).
Sebelumnya, pada Senin (14/9), polisi menemukan dua mayat warga dengan kondisi tanpa kepala. Dua korban dimutilasi itu adalah I Nyoman Astika (70) warga Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi. Korban kedua bernama Simon (50) warga Desa Tolai Barat Kecamatan Torue.
Hingga saat ini polisi belum menemukan motif dari pembunuhan mutilasi tersebut.
Novia Jaya menegaskan, bahwa pembunuhan tersebut belum bisa dikait-kaitkan dengan kelompok sipil bersenjata, sebab korban tewas ditemukan tidak dengan luka tembak.
“Saya belum bisa pastikan kalau itu adalah ulah dari kelompok sipil bersenjata, sebab seluruh korban yang tewas semua diduga dibunuh menggunakan senjata tajam, bukan senjata api,” ucapnya.
Terkait adanya isu yang mengait-ngaitkan peristiwa ini dengan kegiatan Sail Tomini, Novia Jaya menepis. Katanya, pembunuhan ini tidak ada kaitannya dengan event Sail Tomini.
“Saya tegaskan bahwa ini tidak ada kaitannya dengan Sail Tomini. Sementara kami berkesimpulan, motifnya adalah pembunuhan dengan cara mutilasi,” katanya.
Novia Jaya menambahkan, dalam melakukan penyisiran, sejak Senin aparat sudah ditempatkan di sekitar pegunungan tempat ditemukannya korban. “Sampai saat ini sudah dua kompi Brimob diturunkan di lokasi,” tambahnya. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama