Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » Lokasi Sail Jadi Lautan Massa
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama



 
Presiden Jokowi dikerumuni ribuan massa yang menyemut di lokasi Sail Tomini, Dusun Kayubura. Foto : Dadank
Menyambut Jokowi, Saksikan Berbagai Atraksi
Parimo- Lokasi Sail Tomini yang terletak di Dusun Kayubura perbatasan Desa Pelawa Baru, kecamatan Parigi Tengah dan Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) seketika jadi lautan massa.
Ribuan massa menyemut di lokasi tersebut tidak lain menyambut kedatangan presiden RI Joko Widodo alias Jokowi dan menyaksikan sejumlah atraksi, pada peresmian acara puncak Sail Tomini 2015, Sabtu (19/9) kemarin.
Pada acara puncak yang dihadiri 15 menteri kabinet kerja Jokowi, juga dihadiri tamu dari dalam dan luar negeri.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai acara dan atraksi dilakukan, antara lain, parade kapal layar tiang tinggi (yacht) dari berbagai negara, kapal perang KRI, beragam kapal operasional pengamanan laut dari berbagai kementerian, serta kapal-kapal nelayan khas Sulawesi Tengah. Tercatat sekitar 7 kapal perang asing, 21 kapal perang Indonesia, 11 kapal kementerian, puluhan kapal nelayan, lebih dari 100 yachter, 1.000 penari, 1.000 anggota paduan suara, belasan penerjun payung, dan paramotor.
Salah satu yang paling menarik dan menarik perhatian massa adalah manuver tiga pesawat Sukhoi MK-30 TNI AU.
Pada sail yang mengambil tema ‘Mutiara Khatulistiwa untuk Kehidupan Masa Depan’ itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani kepada pemenang lomba desain batik Sail Tomini, pemenang lomba rancang busana batik Tomini, dan pengumuman memecahkan rekor Muri tentang renang terpanjang yakni 472 kilometer di Parimo.
Presiden Jokowi, pada peresmian Sail Tomini 2015, mengapresiasi. Ia berharap event bertaraf international tersebut terus dilaksanakan di masa mendatang dan ditingkatkan persiapan pelaksanannya.
Sementara bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu mengatakan, tema ‘Mutiara Khatulistiwa untuk Kehidupan Masa Depan’ yang diusung Sail Tomini 2015 merupakan upaya untuk mengangkat sejumlah potensi Kabupaten Parimo, khususnya di bidang pariwisata, terutama keindahan pantai dan kekayaan lautnya.
“Daerah ini memiliki banyak tempat wisata yang panoramanya sangat indah, di antaranya Pulau Kelelawar, Pulau Makakata, Pantai Nalera, serta Pulau Ongka. Wisatawan juga kerap mengunjungi wilayah air panas di Kayu Boko,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Parimo juga memiliki satwa kebanggaan, yaitu Burung Maleo. Rumpun burung ini hanya dapat ditemukan di Indonesia Timur, Polinesia dan Australia. Jika ingin menjumpai burung Maleo di Sulawesi Tengah, wisatawan harus datang ke desa Sausu Peoreh, Kabupaten Parimo.
“Tugu khatulistiwa yang terletak di Parimo juga merupakan salah satu simbol kebanggaan masyarakat di daerah ini. Renovasi tugu Khatulistiwa yang terletak di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, telah dilakukan pada 2014 lalu berkaitan dengan kegiatan Lintas Khatulistiwa dari Kemenpora.
Samsurizal berharap, Sail Tomini bisa memberi dampak positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan destinasi wisata Parimo. dd


Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama