Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » Lalampa Toboli Sering Bikin Macet Jalan
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Pemda akan Ambil Tindakan

Rivani Makaramah
Parimo- Sejak menjamurnya penjual lemper atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lalampa Toboli, di sekitar simpang empat jalan nasional Desa Toboli, sering terjadi kemacetan. Masalahnya, bangunan dan fasilitas para penjaja Lalampa nyaris hingga ke bahu jalan.
Akibat kondisi tersebut, kendaraan milik pemburu lalampa terpaksa harus parkir di bahu jalan, yang akhirnya berdampak pada kemacetan.
Seperti diketahui, simpang empat Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) merupakan jalur utama yang mengubungkan Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Kota Palu. Sebagian besar pengendara dari tiga wilayah tersebut pasti mampir membeli lalampa tersebut.
Akibat banyaknya kendaraan yang singgah, membuat sering terjadi kemacetan. Sementara di wilayah tersebut tidak pernah terlihat petugas perhubungan atau satuan lalu linta (Satlantas) berjaga mengatur lalu lintas.
Terkait seringnya terjadi kemacetan di ruas Toboli, kini Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo berencana akan menertibkan kendaraan-kendaraan yang singgah. Rencananya, Pemda bakal menyediakan tempat parkir khusus di wilayah tersebut. Hal itu dikemukakan Kasubag Pertanahan Bagian Pemerintahan Umum (PUM) Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Rivani Makaramah.
Menurut Rivani, rencana penertiban tersebut telah ditindaklanjuti di pemerintah kecamatan. Dalam waktu dekat kata Rivani, Pemda akan melakukan penggusuran dan pembuatan lahan parkir.
“Kami sudah menyurati pemerintah kecamatan untuk mengarahkan sejumlah pedagang yang saat ini berjualan di lahan Pemda. Karena dalam waktu dekat lahan tersebut akan digusur untuk dijadikan tempat parkir,” ujar Rivani, Rabu (12/8).
Ia menjelaskan, surat yang dilayangkan ke pemerintah Kecamatan Parigi Utara, ditegaskan bahwa hingga tanggal 18 Agustus tidak ada lagi pedagang lalampa atau yang lainnya berjualan di sekitar lahan Pemda. “Jika nanti sampai tanggal yang ditentukan masih terdapat pedagang berjualan di lokasi tersebut, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” jelasnya.
Rivani menambahkan, penertiban kendaraan di sekitar simpang empat Toboli merupakan upaya pemerintah untuk mencegah kemacetan berkepanjangan. Selain itu, penertiban tersebut juga sebagai program pemerintah menyambut sail tomini 2015. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama