Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » » » » » Kejari Parigi Ungkap Dua Kasus Korupsi
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


PARIMO- Dua kasus dugaan dugaan korupsi di Kaupaten Parigi Moutong (Parimo) yang dikabarkan sejak lama masuk di meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, kini akan dilidik kembali. Dua kasus tersebut masing-masing proyek pembangunan fisik tahun 2011-2012 dan pengadaan baju di salah satu lembaga non vertikal.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parigi, Widagdo, kepada wartawan menyatakan, dua kasus tersebut akan dilidik pada akhir tahun ini.
“Saat ini kami masih fokus pada perkara dugaan tindak pidana korupsi pencetakan sawah baru. Jika berkas kasus pencetakan sawah itu sudah selesai dilimpahkan ke pengadilan, baru kami melakukan terhadap dua kasus dugaan korupsi lainnya,” ujar Widagdo, pekan lalu di ruang kerjanya.
Menurut Widagdo, berkas kasus dugaan korupsi pencetakan sawah baru sumber dana PNPM, diperkirakan kelar dan sudah dilimpahkan ke pengadilan pada September tahun ini. “Mungkin akhir September atau awal Oktober tahun ini, dua kasus dugaan korupsi itu akan kami lidik,” janji Widagdo.
Ia menjelaskan, sengaja Kejari Parigi memfokuskan dua kasus sekaligus lantaran dua kasus itu masuk dalam fokus Kejari pada tahun ini. “Tahun 2015 Kejari Parigi fokus terhadap empat kasus korupsi. Satu kasus sudah melalui vonis di pengadilan Tipikor Palu, satu lagi kasus pencetakan sawah baru, dan dua lagi segera kami selidiki,” katanya.
Kata Widagdo, terkait dugaan korupsi pada pembangunan fisik yang akan dilidik, sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Dan terkait kasus yang melibatkan lembaga non vertikal, sebut Widagdo, dilakukan atas perintah melalui surat perintah penyelidikan (Sprintlid) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Palu.
“Pembangunan fisik yang kami maksud itu adalah pekerjaan yang menggunakan APBN. Dan yang satunya lagi pengadaan baju,” ucapnya.
Pada 2013-2014, Kejari Parigi dikabarkan sudah memeriksa sejumlah saksi terkait dua kasus dugaan korupsi itu. Hanya saja penyelidikan terhadap kasus itu terhenti. Alasan Kejari, tertundanya penyelidikan disebabkan Kejari harus fokus pada kasus lain.
Ketua Tegak Sulteng, Eko Arianto menyambut positif dan memberi apresiasi langkah Kejari Parigi. Kata Eko, pengusutan terhadap dua kasus korupsi itu, sejak lama dinanti publik.
Masalahnya, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah yang baru akan dilidik itu, terdapat indikasi merugikan negara pada pekerjaannya. Eko berharap, penyelidikan terhadap kasus itu segera tuntas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap kinerja penegak hukum tetap terjaga. dd

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama