Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Paloh: Sistem Tata Negara Indonesia Telah Berubah
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama

Tidak ada musyawarah mufakat lagi, yang ada hanya transaksional

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. (foto.viva.co.id)
SURABAYA- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, mengkritisi sistem ketatanegaraan di Indonesia yang telah berubah. Dari sistem kerakyatan dan gotong royong menjadi sistem transaksional dan materialistis.
"Di mana yang namanya musyawarah mufakat? Ini semua telah terjadi. Semua atas dasar kesepakatan transaksional. Tidak ada penghormatan intelektual, semua telah ditukar dengan materi, boleh rupiah atau dollar. Pertanyaannya, mampukah kita kembali ke jati diri sebagai suatu bangsa?" urai Surya Paloh dalam pidatonya di acara Konsolidasi DPW Partai NasDem Jawa Timur di Jatim Expo International Surabaya, Sabtu 25 Juli 2015.
Hal ini, lanjut Surya merupakan tantangan bersama, dan harus dilakukan restorasi. "Kalian kader Partai NasDem apa siap mengawal restorasi?" teriaknya dan dijawab serentak oleh kader Partai NasDem dengan kalimat "Siap".
Paloh juga menyebut, potret sosial hari ini, berubah menjadi demoralisasi. Itu akan menghilangkan azas kerukunan dan gotong royong di masyarakat Indonesia.
"Meski banyak masjid, gereja, klenteng dan rumah ibadah lainnya. Tetapi, rohnya tidak masuk. Semua hanya legalistik formalitas," ucapnya.
Undang-undang yang lahir bukan untuk ditaati, tetapi disiasati untuk dilanggar. Namun, itu semua bukan kesalahan pemerintah, partai politik, atau pemimpin lainnya. "Tetapi, ini kesalahan kita semua, termasuk diri saya sendiri," kata Paloh.
Kemudian, dia mengajak semua pemimpin harus mau berjuang dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Serta berani mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
Dia menyebut, saat ini tidak semua pejabat punya etos kerja yang baik. Serta tidak ada yang mau mengakui kesalahan yang pernah diperbuat.
Pemerintahan baru, kata dia, yang harus menerima sebagai proses perjalanan yang harus dihadapi. Terpuruknya ekonomi, hutang luar negeri, banyaknya pengangguran dan lainnya.
"Kalau tidak siap, pemerintah hari ini bisa lebih mabuk. NasDem harus terus berjuang, berjuang untuk perubahan yang lebih baik," teriaknya.
Indonesia yang memiliki posisi geografis dan strategis, tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Bangsa Indonesia sendiri yang kurang sadar menerima yang obyektif.
"Kita telah mempermainkan akal sehat. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar, itu yang saya maksud dengan restorasi Indonesia. Dan, perubahan harus kita mulai dari diri kita sendiri," ucapnya diakhir pidato yang didengarkan semua fungsionalis dan keder Partai NasDem se-Jatim yang hadir. sumber: viva.co.id

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama