Pilih Menu

Banner Kop

Banner Kop

Slider

KOTA

SULTENG

POLITIK

HUKUM

SENGGANG

SULAWESI

EDUKASI

» » Bupati Parimo Ancam PNS Pengguna Ipal
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama


ilustrasi (foto halokarimun.com)
PARIMO- Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu mengancam seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bila kedapatan menggunakan ijazah palsu (Ipal). Secara tegas Samsurizal menyatakan akan memberhentikan secara tidak terhormat bagi PNS yang ketahuan memakai Ipal.
Warning ini disampaikan Samsurizal menindaklanjuti isu adannya PNS yang menggunakan Ipal.
“Saya tegaskan bagi semua PNS di Kabupaten Parimo terutama yang sedang menduduki jabatan, agar tidak menggunakan Ipal dalam karir kepegawaiaannya. Sebab bila kedapatan menggunakan Ipal, maka akan diberhentikan dari jabatannya,” tegas Samsurizal.
Tidak hanya itu, pegawai bersangkutan juga diwajibkan untuk mengembalikan uang gaji selama berkarir menggunakan Ipal, dan sangat berpotensi untuk diarahkan ke ranah hukum.
“Saya tidak akan mentolerir siapa pun pegawai di lingkup Pemda Parimo yang menggunakan Ipal selama berkarir sebagai abdi negara. Apalagi bila berkat Ipal tersebut kemudian pegawai yang bersangkutan memangku sebuah jabatan. Yang pasti, tidak ada kebijakan lain bagi semua pegawai yang terdapat menggunakan Ipal,” ujarnya.
Penindakan terhadap PNS yang menggunakan Ipal ini, kata Samsurizal, merupakan instruksi secara nasional melalui surat edaran (SE) Menpan nomor 03 tahun 2015 tentang penanganan ijazah palsu ASN/TNI/POLRI di lingkungan instansi pemerintah.
Berdasarkan SE tersebut, semua pegawai di seluruh SKPD dimintakan untuk mengumpulkan semua berkas kepegawaiaan khususnya terkait dengan latar belakang pendidikan (ijazah) mulai dari SD hingga S1 maupun S2 bagi yang menggunakannya kemudian dilampirkan dengan Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS-nya.
Keseluruhan berkas itu nantinya akan diverifikasi serta dilakukan penelitian untuk memastikan keabsahan dan kelegalan ijazah yang dipergunakan semua PNS, sehingga dapat diketahui pakah ijazah yang digunakan itu benar adanya atau Ipal.
Olehnya kata Samsurizal, bagi siapa saja pegawai yang selama ini merasa atau menggunakan Ipal dalam pengurusan berkas kepegawaiannya termasuk berkas kepangkatan dan jabatannya, untuk sesegera mungkin menarik kembali berkas tersebut.
Menurutnya, ini juga untuk kebaikan pegawai yang bersangkutan. Karena penggunaan Ipal ini sendiri merupakan tindakan ilegal dan masuk dalam kategori pelanggaran hukum. Yang bersangkutan akan dipermasalahkan secara hukum serta menanggung konsekwensi pemberhentian jabatan dan pemulangan gaji.
“Sebaiknya berkas yang memuat Ipal itu segera ditarik, jangan sampai itu berdampak hukum bagi yang bersangkutan,” jelasnya.DD

Tentang editor sultengaktual

Masukkan riwayat atau sejarah website atau media ini, atau keterangan media ini-----
«
Lanjut
Posting Lebih Baru
»
Sebelum
Posting Lama